Kenali Gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Sedini Mungkin

 gejala OCD

Tahukah  Anda bahwa Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau Gangguan Kompulsif Obsesif merupakan sebuah gangguan serius yang memengaruhi banyak orang. Sekitar 2-3% populasi orang dewasa di Indonesia memiliki gangguan OCD. OCD adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan gejala ketakutan, obsesi, dan keyakinan yang tidak diinginkan sehingga mendorong perilaku kompulsif.

Apa yang membedakan OCD dari memiliki “kebiasaan” yang normal? Umumnya OCD adalah hilangnya kontrol dan obsesi, yang mengarah pada perilaku irasional yang berulang (disebut kompulsi). OCD adalah kelainan umum yang menyerang orang dewasa dan anak-anak / remaja, biasanya didiagnosis sekitar usia 19 dan berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak diobati. Berikut adalah gejala dari OCD yang paling umum.

Gejala OCD Paling Umum

OCD ditemukan di semua kelompok umur, semua kelompok etnis, dan pada pria dan wanita. Pada anak-anak, OCD tampaknya lebih banyak menyerang laki-laki daripada anak perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa hingga setengah dari semua penderita akan menemukan bahwa OCD mereka berakar pada masa kanak-kanak, bahkan sebelum tahun-tahun pra-sekolah mereka.

Kebanyakan orang dengan OCD mulai menunjukkan tanda dan gejala peringatan saat remaja atau di awal masa dewasa, dan gangguan ini hampir selalu didiagnosis sebelum usia 40 tahun.

Menurut Omerikh, berikut adalah gejala OCD yang sering muncul:

  1. Pemikiran obsesif, juga disebut “merenung”, biasanya memiliki pemikiran berulang dan dorongan yang sangat sulit untuk dihentikan atau diabaikan
  2. Hilangnya kendali atas perilaku dan pikiran, terutama dalam situasi yang tidak dikenal
  3. Kecemasan ekstrim ketika kompulsi tidak dilakukan atau diganggu
  4. Mengulangi gambaran mental yang menyebabkan kecemasan
  5. Ketakutan irasional tentang kuman, penyakit, dan kontaminasi
  6. Perasaan agresif, takut dan kehilangan kendali
  7. Kebencian atau perasaan yang kuat terhadap “tabu” seperti seks, agama, kekerasan
  8. Perlu memiliki barang-barang dalam urutan, tempat, pola atau jumlah tertentu
  9. Melakukan pembersihan berlebihan atau sering mencuci tangan
  10. Perlu berulang kali terus memeriksa apa pun yang tampaknya mengancam

Apa Penyebab Gangguan Kompulsif Obsesif?

Seperti gangguan psikologis lainnya, OCD umumnya bisa muncul dengan depresi atau kecemasan. OCD diyakini terjadi karena kombinasi faktor yang terkait dengan “alam dan pengasuhan.”

Dengan kata lain, seseorang dengan OCD kemungkinan besar memiliki beberapa tingkat kecenderungan genetik untuk pola berpikir abnormal dan struktur otak, tetapi gangguan mereka juga kemungkinan dipicu oleh pola pengasuhan dan lingkungan mereka. Berikut adalah penyebab OCD paling umum :

1. Genetika

OCD tampaknya juga terjadi karena faktor genetik. Meskipun faktor genetik OCD tidak selalu berarti Anda akan mengembangkan gangguan itu sendiri. Namun banyak studi keluarga telah menunjukkan bahwa orang-orang yang mempunyai orang tua, saudara kandung atau anak-anak, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan OCD daripada mereka yang tidak. Namun, selalu sulit bagi para peneliti untuk memisahkan pola pengasuhan seseorang dari kecenderungan genetik mereka.

2. Struktur dan Fungsi Otak

Para peneliti menjelaskan bahwa ada cara-cara baru yang bisa digunakan untuk melakukan pemindaian otak MRI yang bisa digunakan dalam mengukur kelainan. Scan MRI bisa digunakan untuk memindai berbagai bagian otak yang secara fungsional terhubung satu sama untuk mengungkapkan pola-pola kelainan pada otak OCD.

3. Pengalaman / Lingkungan

Orang yang memiliki riwayat trauma dan pengalaman masa kecil yang sulit (seperti perceraian, pelecehan, atau kematian keluarga) mempunyai risiko tinggi untuk mengembangkan OCD dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Peristiwa-peristiwa mengubah pola otak dan bahkan dapat membentuk struktur fisik otak berkat “neuroplastisitas,”. Artinya, pikiran yang muncul kembali akhirnya membentuk perubahan otak fisik yang membuat pikiran lebih mungkin terjadi lagi di masa depan.

Jadi, jika Anda merasa memiliki beberapa dari gejala OCD yang disebutkan di atas, segala lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *